Rabu, 08 Desember 2021

IMAN KEPADA MALAIKAT


INGIN MENELADANI KETAATAN MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH SWT


➤ kompetensi dasar

  • memahami makna iman kepada malaikat berdasarkan dalil naqli
  • menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada malaikat Allah swt

➤ tujuan pembelajaran

  • memahami pengertian iman kepada malaikat
  • menjelaskan pengertian iman kepada malaikat
  • memahami dan menjelaskan dalil/dasar dari Al-Qur'an dan hadist yang berkaitan dengan iman kepada malaikat
  • mengimplementasikan pemahaman iman kepada malaikat dalam kehidupan sehari-hari

pengertian iman kepada malaikat 

وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ  

Artinya : “Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih” (Q.S. Al-Anbiya/21: 19)

Iman kepada malaikat termasuk rukun iman yang kedua. Malaikat diciptakan dari NUR Ilahi (cahaya Allah swt). Malaikat diciptakan oleh Allah swt sebagai utusan-Nya untuk mengurusi berbagai urusan.


Sifat-sifat dan perilaku malaikat antara lain :

➤ Selalu patuh kepada Allah swt dan tidak pernah berbuat maksiat kepada-Nya
➤ Malaikat dapat merubah wujud sesuai kehendak Allah. Kadang-kadang Jibril dating kepada Nabi Muhammad saw menyamar seperti sahabat yang Bernama Dihyah al-Kalbi, terkadang seperti sahabat dari arab badui
➤ Malaikat tidak makan dan tidak minum
➤ Malaikat tidak memiliki jenis kelamin
➤ Malaikat tidak pernah letih dan tidak pula berhenti beribadah kepada Allah swt
➤ Malaikat senang mencari dan mengelilingi majelis zikir
➤ Malaikat berdoa bagi hamba yang duduk menunggu solat berjamaah

 

Setelah mengetahui sifat sifatnya, kita akan mengkaji perbedaan malaikat, jin, dan manusia seperti yang tercantum dalam table berikut  ini :

NO

MALAIKAT

JIN

MANUSIA

1

Diciptakan dari nur atau cahaya

Diciptakan dari api

Diciptakan dari tanah

2

Makhluk gaib

Makhluk gaib

Makhluk yang terlihat mata

3

Selalu taat dan patuh kepada perintah Allah swt

Ada yang patuh dan ada yang durhaka kepada Allah swt

Ada yang patuh dan ada yang durhaka kepada Allah swt

4

Tidak makan dan tidak minum

Makan dan minum

Makan dan minum

5

Pikiran jernih dan lurus

Pikirannya berubah ubah

Pikirannya berubah ubah

6

Tidak mempunyai nafsu

Mempunyai nafsu

Mempunyai nafsu




Nama dan Tugas Malaikat :

  1. Jibril, bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi dan rosul. nama lain malaikat jibril adalah ruh al-Quds, ar-Ruh al-Amin, dan Namus
  2. Mikail, bertugas mengatur kesejahteraan makhluk seperti mengatur awan, menurunkan hujan, melepaskan angin, dan membagi bagi rezeki
  3. Israfil, bertugas meniupkan terompet sangkakala saat dimulainya kiamat hingga saat haru berbangkit di oadang mahsyar
  4. Izrail, bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup baik manusia, jin, iblis, setan, dan malaikat apabila telah tiba waktunya. 
  5. Munkar, bertugas menanyai orang yang sudah meninggal dan berada di dalam kubur
  6. Nakir, bertugas menanyai orang yang sudah meninggal dan berada di dalam kubur
  7. Raqib, bertugas mencatat semua pekerjaan baik setiap manusia sejak aqil balig sampai akhir hayat
  8. Atid, bertugas mencatat semua pekerjaan buruk setiap manusia sejak aqil balig sampai akhir hayat
  9. Ridwan, bertugas menjaga dan mengatur kesejahteraan penghuni surga
  10. Malik, bertugas menjaga dan mengatur siksa (azab) bagi para penghuni neraka.

hikmah dan perilaku beriman kepada malaikat

  1. meningkatkan keimanan kepada Allah swt 
  2. mendorong untuk terus meningkatkan kualitas pribadi dengan melakukan perbuatan perbuatan yang terpuji
  3. mewujudkan masyarakat yang bermoral
  4. meneladani ketaatan malaikat kepada Allah swt yang senantiasa bertasbih dan sujud kepada-Nya
  5. tidak sombong, karena malaikat tidak punya rasa sombong
  6. suka mendoakan kebaikan dan ampunan bagi orang lain
  7. mengingat akan adanya balasan Allah swt pada saat malaikat mencabut nyawa
  8. menghindari keinginan untuk berbuat dosa karena malaikat selalu mencatat amalan kita
  9. membaca, memahami, menelaah dan mengamalkan Al-Qur'an
  10. senantiasa berzikir kepada Allah swt
  11. memperbanyak berbuat kebajikan dengan ikhlas
  12. menuntut ilmu yang bermanfaat
  13. berusaha berada pada saf/ barisan yang pertama ketika mengerjakan solat berjamaah 
  14. memperbanyak sodaqoh dan infaq dalam khidupan sehari hari
  15. mensyukuri rezekiyang telah diberikan oleh Allah swt
  16. memanfaatkan alam yang telah tersedia dengan arif dan bijaksana
  17. bersabar saat mendapat cobaan atau ujian
  18. tidak lupa terhadap kewajiban beribadah kepada Allah swt

Kamis, 08 April 2021

Kewajiban Menuntut Ilmu

 


MENUNTUT ILMU

➤ Kompetensi Dasar

  • 1.1 Terbiasa membaca al-Qur’an dengan meyakini bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu
  • 2.1 Menunjukkan perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi Q.S. al-Mujadilah/58:11, Q.S. ar-Rahman /55: 33 danHadis terkait
  • 3.1 Memahami  makna  Q.S. al- Mujadilah /58: 11, Q.S. ar-Rahman /55: 33 dan Hadis terkait tentang menuntut ilmu
  • 4.1.1 Membaca Q.S. al-Mujadilah /58: 11 dan Q.S. ar-Rahman /55: 33 dengan tartil
  • 4.1.2 Menunjukkan hafalan Q.S. alMujadilah /58: 11, Q.S. ar-Rahman /55: 33 dan Hadis terkait dengan lancar
  • 4.1.3 Menyajikan keterkaitan  semangat menuntut ilmu   dengan pesan Q.S.al-Mujadilah /58: 1 dan Q.S. arRahman /55: 33

➤ Tujuan Pembelajaran

  • menyebutkan pengertian ilmu
  • mengetahui perintah atau kewajiban menuntut ilmu
  • terbiasa membaca al quran 
  • menunjukan perilaku semangat menuntut islmu sebagai implematasi Q.S Al-Mujadilah: 11, Q.S. Ar Rahman: 33, dan hadist terkait tentang ilmu
  • memahami makna Q.S Al-Mujadilah: 11, Q.S. Ar Rahman: 33, dan hadist terkait tentang ilmu
  • memca Q.S Al-Mujadilah: 11, Q.S. Ar Rahman: 33 dengan tartil
  • menunjukan hafalan Q.S Al-Mujadilah: 11, Q.S. Ar Rahman: 33, dan hadist terkait tentang ilmu dengan lancar

A. Pentingnya Ilmu


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ 

artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al Mujadilah: 11)

orang orang yang beriman dan berimu pengetahuan luas memiliki derajat lebih tinggi ketimbang orang orang yang tidak beriman dan berilmu. hal ini terbukti, orang yang beriman dan berilmu akan dihormati oleh orang lain, dan diberi kepercayaan untuk mengendalikan atau mengelola apa saja yang ada didalam kehidupan ini dibandingkan orang orang yang tidak beriman dan berilmu.

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ  لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ  

artinya: "Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)."  (Q.S. Ar Rahman: 33)

ayat tersebut secara tersirat menjelaskan tentang perintah bagi umat manusia untuk menuntut ilmu karena hanya dengan ilmulah manusia dapat menembus atau melintasi penjuru langit dan bumi. 

1. beberapa penghayatan dan pengamalan Q.S Al-Mujadilah: 11 adalah sebagai berikut.

  • memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berusaha untuk mendapatkan pengetahuan
  • bersikap sopan saat belajar serta selalu menghargai dan menghormati guru
  • senang mendatangi guru untuk meminta penjelasan tentang ilmu pengetahuan
  • selalu menyeimbangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan keyakinan terhadap kekuasaan Allah swt

2. beberapa penghayatan dan pengamalan Q.S. Ar Rahman: 33 adalah sebagai berikut.

  • senang membaca buku pengetahuan 
  • selalu ingin mencari tahu tentang alam semesta
  • meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah swt 
  • rendah hati atas kesuksesan yang diraih dan tidak merasa rendah diri atau malu terhadap kegagalan yang dialami

B. Menerapkan Ilmu Tajwid tentang “Al” Syamsiyah dan “Al” Qamariyah

Hukum bacaan “Al” dibagi menjadi dua macam, yaitu. 

a. “Alsyamsiyah (idgam syamsiyah)

b. “Al” qamariyah (izhar qamariyah)

Kedua macam hukum bacaan ini dapat diuraikan sebagai berikut.

a. “Al” Syamsiyah

Suatu lafaz mengandung bacaan “Al” ( ا لَ) syamsiyah apabila terdapat “Al”

(ا لَ ) diikuti salah satu dari 14 huruf hijaiyah berikut ini.

ن ل ظ ط ض ص ش س ز ر ذ د ث ت

Cara membaca: semacam ini harus diidgamkan. Maksudnya bunyi huruf lam hilang dan melebur ke dalam huruf berikutnya.

b. “Al” Qamariyah

Suatu lafaz mengandung bacaan “Al” (ا لَ) qamariyah apabila terdapat “Al” (ا لَ) diikuti salah satu dari 14 huruf hijaiyah:

ي هـ و م ك ق ف غ ع خ ج ج ب ا

Cara membaca: semacam ini dibaca jelas, sehingga sering disebut izhar qamariyah.


C. Mengartikan Q.S. Al-Mujadalah/58: 11


D. Mengartikan Q.S. Ar-Rahman/55: 33


E. Perilaku Orang yang Cinta Ilmu Pengetahuan

Sikap dan perilaku terpuji yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. ar-Rahman/55:33 dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

  1. Senang membaca buku-buku pengetahuan sebagai bukti cinta ilmu pengetahuan.
  2. Selalu ingin mencari tahu tentang alam semesta, baik di langit maupun di bumi, dengan terus menelaahnya.
  3. Meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah Swt. untuk manusia. Oleh karena itu, manusia harus merasa haus untuk terus menggali ilmu pengetahuan.
  4. Rendah hati atas kesuksesan yang diraihya dan tidak merasa rendah diri dan malu terhadap kegagalan yang dialaminya.

Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. al-Mujadalah/58: 11 dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berusaha untuk mendapatka pengetahuan tersebut.
  2. Bersikap sopan saat belajar dan selalu menghargai dan menghormati guru.
  3. Senang mendatangi guru untuk meminta penjelasan tentang ilmu pengetahuan.
  4. Selalu menyeimbangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan keyakinan terhadap kekuasaan Allah Swt.

Perjuangan Dakwah Rosulullah saw Periode Mekkah

 


MENELADANI PERJUANGAN ROSULLUAH DI MEKKAH

➤ Komtepensi Dasar

  • 1.11 Menghayati perjuangan Nabi Muhammad saw. periode Makkah dalam menegakkan risalah Allah Swt. 
  • 2.11 Meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw. periode Makkah.
  • 3.11 Memahami sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw. periode Makkah
  • 4.11 Menyajikan strategi perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. periode Makkah.

➤ Tujuan Pembelajaran

  • menghayati perjuangan Nabi Muhammad saw periode mekkah 
  • meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw periode mekkah
  • memahami perjuangan Nabi Muhammad saw periode mekkah
  • menyajikan strategi perjuangan Nabi Muhammad saw periode mekkah

A. Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu Pertama

Menurut beberapa riwayat yang śaĥiĥ, Nabi Muhammad saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Rama«an saat usianya 40 tahun. Malaikat Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw., yaitu Q.S. al-‘Alāq. Nabi Muhammad saw. diperintahkan membacanya, namun Rasulullah saw. berkata bahwa ia tidak dapat membaca. Malaikat Jibril mengulangi permintaannya, tetapi jawabannya tetap sama. Kemudian, Jibril menyampaikan firman Allah Swt. yaitu Q.S. al-‘Alāq/96:1-5 sebagai berikut.


Artinya: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. al-‘Alaq/96:1-5)

Itulah wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. sebagai awal diangkatnya sebagai rasul. Kemudian, Nabi Muhammad saw. menerima ayat­ayat al-Qur’ān secara berangsur­angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat­ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat al-Qur’ān turun disertai oleh Asbābun Nuzûl (sebab/kejadian yang mendasari turunnya ayat). Ayat­ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Musaf yang juga dinamakan al-Qur’ān.

B. Strategi Dakwah Rasululah saw. di Mekkah

Dalam mendakwahkan ajaran­ajaran Islam yang sangat fundamental dan universal, Rasulullah saw. tidak serta-merta melakukannya dengan tergesa­gesa. Ia mengerti benar bagaimana kondisi masyarakat Arab saat itu yang bergelimang dengan kemaksiatan dan praktik-praktik kemunkaran. Mengubah pola pikir dan kebiasaan­kebiasaan atau adat-istiadat bangsa Arab khususnya kaum Quraisy bukanlah perkara mudah. Kebiasaan yang telah dilakukan secara turun­temurun sejak ratusan tahun silam, ditambah lagi dengan pengaruh agama Nasrani dan Yahudi yang sudah dikenal lama bahkan sudah banyak penganutnya.

Ada dua tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah tersebut, yaitu dakwah secara sembunyi­sembunyi yang hanya terbatas di kalangan keluarga dan sahabat terdekat dan dakwah secara terang­terangan kepada khalayak ramai.


1. Dakwah secara Rahasia/Diam-Diam (al-Da’wah bi al-Sirr)

Agar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan di kalangan masyarakat Quraisy, Rasulullah saw. memulai dakwahnya secara sembunyi­sembunyi (al-Da’wah bi al-Sirr). Hal tersebut dilakukan mengingat kerasnya watak suku Quraisy dan keteguhan mereka berpegang pada keyakinan dan penyembahan berhala. Pada tahap ini, Rasulullah saw. memfokuskan dakwah Islam hanya kepada orang­orang terdekat, yaitu keluarga dan para sahabatnya. Rumah Rasulullah saw (Dārul Arqam) dijadikan sebagai pusat kegiatan dakwah.

Orang­orang pertama (as-sābiqunal awwalūn) yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw. dan menyatakan keislamannya adalah Siti Khadijah (istri), Ali bin Abi Ţhalib (adik sepupu), Zaid bin Ĥarișah (pembantu yang diangkat menjadi anak), dan Abu Bakar Siddik (sahabat). Selanjutnya secara perlahan tetapi pasti, pengikut Rasulullah saw. makin bertambah. Di antara mereka adalah U¡man bin Affan, Zubair bin Awwam, Said bin Abi Waqas, Abdurrahman bin ‘Auf, aha bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Fatimah bin Khattab dan suaminya Said bin Zaid al­Adawi, Arqam bin Abil Arqam, dan beberapa orang lainnya yang berasal dari suku Quraisy. 

2Dakwah secara Terang-terangan (al-Da’wah bi al-Jahr)

Dakwah secara terang­ terangan (al-Da’wah bi al-Jahr) dimulai ketika Rasulullah saw. menyeru kepada orang-orang Mekah. Ia berdiri di atas sebuah bukit dan berteriak dengan suara lantang memanggil mereka. Beberapa keluarga Quraisy menyambut seruannya. Kemudian, ia berpaling kepada sekumpulan orang sambil berkata, “Wahai orang orang! Akankah kalian percaya jika saya katakan bahwa musuh Anda sekalian telah bersiaga di sebelah bukit (Śafa) ini dan berniat menyerang nyawa dan harta kalian?” Mereka menjawab, “Kami tak mendengar Anda berbohong sepanjang hayat kami.” Ia lalu berkata, “Wahai bangsa Quraisy! Selamatkanlah dirimu dari neraka. Saya tak dapat menolong Anda di hadapan Allah Swt. Saya peringatkan Anda sekalian akan siksaan yang pedih!” Ia menambahkan, “Kedudukan saya seperti penjaga, yang mengamati musuh dari jauh dan segera berlari kepada kaumnya untuk menyelamatkan dan memperingatkan mereka tentang bahaya yang akan datang.”

C. Sikap Kaum Kafir Quraisy Terhadap Dakwah Islam

kaum kafir quraisy merupakan kaum yang tinggal di mekkah. kebanyakan dari kaum kafir quraisy enggan mengakui kerasulan Rosulullah saw. orang orang qurasy yang enggan mengakui kerasulan tersebut disebut dengan kaum kafir quraisy. mereka melakukan berbagai macam cara untuk menghambat Nabi Muhammad saw. diantaranya meminta paman Rosulullah saw yaitu Abu Talib menghentikan dakwah keponakannya. namun dengan tegas Rosulullah saw menolak dan tetap mendakwahkan ajaran islam. setelah berbagai cara menghentikan Rosulullah saw dan gagal, kaum kafir quraisy pun memboikot Nabi Muhammad saw, bani mutalib, bani hasyim, dan umat islam.

pemboikotan tersebut berlangsaung selama 3 tahun yang dimulai ddari tahun ketujuh kenabian. adapun isi pemboikotan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. kaum Quraisy tidak akan menikahi orang islam
  2. kaum Quraisy tidak menerima permintaan nikah dari orang islam
  3. kaum Quraisy tidak akan melakukan jual beli dengan orang islam
  4. kaum Quraisy tidak akan mengantar mayat orang islam ke kubur
  5. kaum Quraisy tidak akan menerima permintaan damai dengan orang islam dan menyerahkan Nabi Muhammad saw untuk dibunuh

D. Perjanjian Aqaba

Kerasnya penolakan dan perlawanan Quraisy, mendorong Nabi Muhammad saw. melancarkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar suku Quraisy. Dalam melakukan dakwah ini, Nabi Muhammad saw. tidak saja menemui mereka di Ka’bah pada saat musim haji, ia juga mendatangi perkampungan dan tempat tinggal para kepala suku. Tanpa diketahui oleh seorang pun, Nabi Muhammad saw. pergi ke Ţaif. Di sana ia menemui Ţaqif dengan harapan agar ia dan masyarakatnya mau menerimanya dan memeluk Islam. Ţaqif dan masyarakatnya menolak Nabi dengan kejam. Meski demikian, Nabi berlapang dada dan meminta Ţaqif untuk tidak menceritakan kedatangannya ke Ţaif agar ia tidak mendapat malu dari orang Quraisy. Permintaan itu tidak dihiraukan oleh Ţaqif, bahkan ia menghasut masyarakatnya untuk mengejek, menyoraki, mengusir, dan melempari Nabi. Selain itu, Nabi mendatangi Bani Kindah, Bani Kalb, Bani Hanifah, dan Bani Amir bin Sa‘sa’ah ke rumah­rumah mereka. Tak seorang pun dari mereka yang mau menyambut dan mendengar dakwah Nabi. Bahkan, Bani Hanifah menolak dengan cara yang sangat buruk. Amir menunjukkan ambisinya, ia mau menerima ajakan Nabi dengan syarat jika Nabi memperoleh kemenangan, kekuasaan harus berada di tangannya.

Pengalaman tersebut mendorong Nabi Muhammad saw. berkesimpulan bahwa tidak mungkin lagi mendapat dukungan dari Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah lain yang ada di sekitar Mekah yang datang berziarah setiap tahun ke Mekah. Jika musim ziarah tiba, Nabi Muhammad saw. pun mendatangi kabilah-kabilah itu dan mengajak mereka untuk memeluk Islam. Tak berapa lama kemudian, tanda­tanda kemenangan datang dari Yașrib (Madinah). Nabi Muhammad saw. sesungguhnya mempunyai hubungan emosional dengan Ya¡rib. Di sanalah ayahnya dimakamkan, di sana pula terdapat famili­familinya dari Bani Najjar yang merupakan keluarga kakeknya, Abdul Mu ̄ ̄alib dari pihak ibu. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila di tempat ini kelak Nabi Muhammad saw. mendapat kemenangan dan Islam berkembang dengan amat pesat.

E. Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin

1. Hijrah ke Abisinia (Habsyi)

Untuk menghindari bahaya penyiksaan, Nabi Muhammad saw. menyarankan para pengikutnya untuk hijrah ke Abisinia (Habsyi). Para sahabat pergi ke Abisinia dengan dua kali hijrah. Hijrah pertama sebanyak 15 orang; sebelas orang laki­laki dan empat orang perempuan. Mereka berangkat secara sembunyi­sembunyi dan sesampainya di sana, mereka mendapatkan perlindungan yang baik dari Najasyi (sebutan untuk Raja Abisinia). Ketika mendengar keadaan Mekah telah aman, mereka pun kembali lagi. Namun, mereka kembali mendapatkan siksaan melebihi dari sebelumnya. Karena itu, mereka kembali hijrah untuk yang kedua kalinya ke Abisinia (tahun kelima dari kenabian atau tahun 615 M). Kali ini mereka berangkat sebanyak 80 orang laki-laki, dipimpin oleh Ja’far bin Abi Ţalib. Mereka tinggal di sana hingga sesudah Nabi hijrah ke Yașrib (Madinah). Peristiwa hijrah ke Abisinia ini dipandang sebagai hijrah pertama dalam Islam.

2. Hijrah ke Madinah

Peristiwa Ikrar Aqabah II ini diketahui oleh orang-orang Quraisy. Sejak itu tekanan, intimidasi, dan siksaan terhadap kaum muslimin makin meningkat. Kenyataaan ini mendorong Nabi segera memerintahkan sahabat­sahabatnya untuk hijrah ke Yașrib. Dalam waktu dua bulan saja, hampir semua kaum muslimin, sekitar 150 orang telah berangkat ke Yașrib. Hanya Abu bakar dan Ali yang masih menjaga dan membela Nabi di Mekah. Akhirnya, Nabi pun hijrah setelah mendengar rencana Quraisy yang ingin membunuhnya.Nabi Muhammad saw. dengan ditemani oleh Abu Bakar berhijrah ke Ya¡rib. Sesampai di Quba, 5 km dari Yașrib, Nabi beristirahat dan tinggal di sana selama beberapa hari. Nabi menginap di rumah Umi Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi membangun sebuah masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun pada masa Islam yang kemudian dikenal dengan Masjid Quba. Tak lama kemudian, Ali datang menyusul setelah menyelesaikan amanah yang diserahkan Nabi kepadanya pada saat berangkat hijrah. Ketika Nabi memasuki Yașrib, ia dielu­elukan oleh penduduk kota itu dan menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, nama Ya¡rib diganti dengan Madinatun Nabi (kota Nabi) atau sering pula disebut dengan Madinatun Munawwarah (kota yang bercahaya). Dikatakan demikian karena memang dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru dunia. 

F. Meneladani Perilaku Nabi Muhammad saw

Perilaku yang dapat diteladani dari perjuangan dakwah Rasulullah saw. pada periode Mekah di antaranya adalah seperti berikut.
  1. Memiliki Sikap Tangguh
  2. Memiliki Jiwa Berkorban

Ketentauan Solat Berjamaah

 


Solat Berjamaah

➤ Kompetensi Dasar

  • 1.8 Menunaikan salat wajib berjamaah sebagai implementasi pemahaman rukun Islam
  • 2.8 Menunjukkan perilaku demokratis sebagai implementasi pelaksanaan salat berjemaah
  • 3.8 Memahami ketentuan salat berjemaah
  • 4.8 Mempraktikkan salat berjamaah

➤ Tujuan Pembelajaran

  • memahami ketentuan solat berjamaah
  • menunaikan solat wajib berjamaah sebagai implementasi pemahaman rukun islam dalam kehidupan sehari-hari
  • menunjukan perilaku demokratis sebagai implementasi pelaksanaan solat berjamaah dalam kehidupan sehari hari
  • memahami ketntuan solat berjamaah
  • mempraktikan solat berjamaah dalam kehidupan sehari hari


A. SOLAT BERJAMAAH

...وَاِذَا كُنْتَ فِيْهِمْ فَاَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلٰوةَ فَلْتَقُمْ طَاۤىِٕفَةٌ مِّنْهُمْ مَّعَكَ

artinya : "Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu..." (Q.S. An Nisa : 102)

solat berjamaah merupakan gabungan dua kata yaitu solat dan jama'ah. solat secara etimologi berarti doa. sedangkan secara terminologi berarti ibadah yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam yang dikerjakan sesuai dengan syarat dan rukun tertentu. sementara jamaah secara bahasa, berasal dari kata jama'ah yang berarti kelompok. sedangkan secara istilah, berarti solat yang dikerjakan bersama sama oleh dua orang atau lebih, salah satu menjadi imam dan yang lainnya menjadi makmum yang harus mengikuti imam.

B. KETENTUAN SOLAT BERJAMAAH

1. Syarat sah solat berjamaah

➧ imam

Untuk menjadi imam ada syarat tersendiri. Syarat yang dimaksud adalah :

  1. Mengetahui syarat dan rukun salat , serta perkara yang membatalkan salat .
  2. Fasih dalam membaca ayat-ayat al-Qur’an,
  3. Paling luas wawasan agamanya dibandingkan yang lain,
  4. Berakal sehat,
  5. Ballig,
  6. Berdiri pada posisi paling depan,
  7. Seorang laki-laki (perempuan juga boleh jadi imam kalau makmumnya perempuan semua), dan
  8. Tidak sedang bermakmum kepada orang lain.

➧ Makmum

Sedangkan syarat-syarat menjadi makmum adalah seperti berikut.

  1. Makmum berniat mengikuti imam,
  2. Mengetahui gerakan salat  imam,
  3. Berada dalam satu tempat dengan imam,
  4. Posisinya di belakang imam, dan
  5. Hendaklah salat  makmum sesuai dengan salat  imam, misalnya imam salat  Asar makmum juga salat  Asar
makmum dalam solat berjamaah dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu :
  • Makmum masbuk adalah makmum yang tidak sempat membaca surat al-Fatihah bersama imam di rakaat pertama. 
  • makmum muwafiq, yakni makmum yang dapat mengikuti seluruh rangkaian salat  berjamaah bersama imam.

2. Faktor yang menjadi halangan itu adalah:

  1. Hujan yang mengakibatkan susah menuju ke tempat salat  berjamaah,
  2. Angin kencang yang sangat membahayakan,
  3. Sakit yang mengakibatkan susah berjalan menuju ke tempat salat berjamaah,
  4. Sangat ingin buang air besar atau buang air kecil, dan
  5. Karena baru makan makanan yang baunya sukar dihilangkan, seperti bawang, petai dan jengkol.

C. Tata Cara Salat  Berjamaah

Praktik salat  wajib berjamaah adalah sebagai berikut. 

  1. Salat  berjamaah diawali dengan azan dan iqamah, tetapi kalau tidak memungkinkan cukup dengan iqamah saja.
  2. Barisan salat (saf) di belakang imam diisi oleh jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan berada di belakangnya.
  3. Di dalam melaksanakan salat berjamaah seorang imam membaca bacaan salat  ada yang nyaring (jahr) dan ada yang dilirihkan (sir). Bacaan yang dinyaringkan adalah:
  • Bacaan takbiratul ikhram, takbir intiqal, tasmi’, dan salam;
  • Bacaan al-Fatihah dan ayat-ayat al-Qur’an pada dua rakaat pertama salat  Magrib, Isya, dan Subuh. Begitu juga dengan salat  Jumat, gerhana, istisqa, ’idain (dua hari raya), Tarawih dan Witir;
  • Bacaan amin bagi imam dan makmum setelah imam selesai membaca al-fatihah yang dinyaringkan.
  1. Makmum harus mengikuti gerakan imam dan tidak boleh mendahului gerakan imam;
  2. Setelah salam, imam membaca zikir dan doa bersama-sama dengan makmum atau membacanya sendiri-sendiri.

D. Pembiasaan Salat  Berjamaah

Perbandingan pahala antara salat  sendirian dan dengan salat  berjamaah, yaitu satu berbanding 27 derajat. Hal ini karena salat  berjamaah memiliki keutamaan, yaitu:

  1. menjalin silaturahmi antarsesama;
  2. mengajarkan hidup disiplin, saling mencintai, dan menghargai;
  3. menjaga persatuan, kesatuan, dan kebersamaan;
  4. menahan dari kemauan sendiri (egois);
  5. mengajarkan kepatuhan seorang muslim kepada pimpinannya.

E. HIKMAH SOLAT BERJAMAAH

  • mengajarkan untuk hidup disiplin
  • mengajarkan kepatuhan terhadap pemimpin
  • meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
  • memotifasi untuk solat lebih khusyuk
  • menjalin silaturahmi antar sesama, dan menjaga persatuan, kesatuan dan kebersamaan, serta menghindari sifat individualis